Lompat ke konten utama
Semua artikel
Malaysia6 menit baca

Bekerja sambil studi di Malaysia: batas yang berlaku bagi pemegang Student Pass

Batas jamnya jelas dan sama di kedua versi bahasa halaman resmi. Syarat kapan boleh bekerja tidak sama, dan selisih itu menentukan apakah pekerjaan paruh waktu masuk anggaran keluarga atau tidak.

Tim Editorial Vista Education · Diterbitkan 14 Oktober 2026

Sepasang tangan menuang susu dari kendi stainless bergaris ukur ke dalam cangkir putih polos, mengenakan celemek polos, wajah tidak tampak.
Foto oleh Ketut Subiyanto di Pexels

Ringkas

Jabatan Imigresen Malaysia mengizinkan pemegang Student Pass bekerja paruh waktu maksimal 20 jam per minggu, hanya di lima jenis tempat yang disebut namanya, dan hanya bagi mahasiswa Universiti Awam atau Institusi Pengajian Tinggi Swasta. Pemegang Student Pass Pusat Bahasa, Pusat Latihan atau Kemahiran, dan Pusat Bertauliah tidak termasuk. Tetapi satu hal perlu Anda ketahui sebelum memasukkan penghasilan itu ke dalam anggaran: halaman resmi yang sama menuliskan syarat waktu yang berbeda dalam dua bahasanya. Versi bahasa Inggris menyebut izin itu berlaku selama masa studi; versi bahasa Malaysia, yaitu bahasa kebangsaan, menyebutnya berlaku semasa cuti semester dan cuti perayaan. Keduanya sama-sama menyebut batas 20 jam dan daftar tempat yang sama. Selama selisih itu belum Anda pastikan secara tertulis, rencana keuangan yang mengandalkan kerja sepanjang tahun belum berpijak pada apa pun.

Poin penting

  • Batas kerja paruh waktu pemegang Student Pass Malaysia adalah 20 jam per minggu, dan kedua versi bahasa halaman Imigresen menyebut angka yang sama.
  • Tempat yang disetujui dibatasi lima, yaitu restoran, stasiun pengisian bahan bakar, mini market, hotel, dan area universitas atau kolese.
  • Versi bahasa Inggris menyebut izin berlaku selama masa studi; versi bahasa Malaysia menyebutnya berlaku semasa cuti semester dan cuti perayaan.
  • Izin ini tidak diberikan kepada pemegang Student Pass Pusat Bahasa, Pusat Latihan atau Kemahiran, dan Pusat Bertauliah.
  • Tugas front desk dan pekerjaan sebagai agen perekrutan pelajar dilarang pada kedua versi.
  • Izin bekerja harus dimohonkan ke Imigresen dengan surat tawaran kerja dan surat sokongan institusi, dan versi bahasa Malaysia menambahkan tiga dokumen yang tidak disebut versi Inggris.

Angka yang tidak diperdebatkan: 20 jam dan lima tempat

Mulai dari yang pasti. Jabatan Imigresen Malaysia menyatakan pemegang Student Pass boleh bekerja paruh waktu dengan batas 20 jam per minggu, dan hanya di lokasi yang disetujui: restoran, stasiun pengisian bahan bakar, mini market, hotel, serta area universitas atau kolese. Daftar itu tertutup, bukan contoh. Pekerjaan di luar kelimanya tidak berada di dalam izin ini.

Dua larangan menyertainya dan keduanya muncul di kedua versi bahasa halaman tersebut. Mahasiswa dilarang menjalankan tugas front desk, dengan alasan yang dinyatakan terbuka yaitu dasar penggajian pekerja asing yang berlaku. Mahasiswa juga dilarang bertindak sebagai agen pengambilan atau perekrutan pelajar. Larangan kedua itu menutup pekerjaan yang kerap ditawarkan kepada mahasiswa internasional justru karena mereka mahasiswa internasional.

Siapa yang tidak termasuk, dan ini diputuskan sebelum Anda mendaftar

Izin ini melekat pada kategori institusi, bukan pada orangnya. Imigresen menyatakan kemudahan bekerja sambilan hanya diberikan kepada pemegang Student Pass dari Universiti Awam atau Institusi Pengajian Tinggi Swasta, dan tidak diberikan kepada pemegang Student Pass Pusat Bahasa, Pusat Latihan atau Kemahiran, serta Pusat Bertauliah.

Artinya keputusan tentang hak kerja Anda sudah diambil pada saat Anda memilih program, bukan pada saat Anda mencari pekerjaan. Mahasiswa yang menempuh kursus bahasa sebelum masuk gelar berada di kategori yang tidak memperoleh izin ini selama periode tersebut, meskipun ia sudah berada di Malaysia dengan Student Pass yang sah.

Selisih dua versi bahasa pada halaman resmi yang sama

Di sinilah artikel ini harus berhati-hati, dan Anda juga. Halaman Student Pass di situs Jabatan Imigresen Malaysia terbit dalam dua bahasa, dan keduanya tidak menuliskan syarat waktu yang sama.

Versi bahasa Inggris berbunyi bahwa pemegang Student Pass diizinkan bekerja paruh waktu selama masa studi mereka, dibatasi 20 jam per minggu. Versi bahasa Malaysia, yang merupakan bahasa kebangsaan, berbunyi bahwa pemegang Pas Pelajar dibenarkan bekerja secara sambilan semasa cuti semester dan cuti perayaan, untuk tempoh tidak melebihi 20 jam seminggu. Daftar lima tempatnya identik. Batas jamnya identik. Yang berbeda adalah kapan izin itu berlaku.

Selisih itu bukan perkara tata bahasa. Bekerja sepanjang masa studi dan bekerja hanya pada cuti semester adalah dua perkiraan penghasilan yang sangat berbeda, dan keluarga yang menyusun anggaran dengan asumsi pertama dapat mendapati asumsinya meleset jauh. Artikel ini tidak dapat memutuskan versi mana yang mengikat, dan tidak akan berpura-pura dapat.

Satu hal lain pada halaman itu layak Anda perhatikan saat menimbangnya. Kedua versi sama-sama mensyaratkan surat sokongan institusi yang menyatakan jadwal semester dan tanggal cuti. Dokumen itu diminta pada kedua rumusan, sehingga tidak dengan sendirinya menjawab pertanyaan kapan izin berlaku, tetapi ia menunjukkan bahwa kalender akademik Anda memang bagian dari yang dinilai Imigresen.

Dokumen yang diminta, dan selisih keduanya di sini juga

Permohonan diajukan ke Student Pass Unit di Ibu Pejabat Imigresen Malaysia atau Pejabat Imigresen Negeri. Versi bahasa Inggris menyebut tiga dokumen: surat tawaran kerja, surat sokongan institusi yang menyatakan permohonan kebenaran bekerja beserta jadwal semester dan tanggal cuti, serta salinan paspor.

Versi bahasa Malaysia menyebut enam. Selain ketiga dokumen di atas, ia menambahkan laporan prestasi akademik pemohon, laporan kehadiran pemohon, dan salinan kelulusan yang diperoleh majikan daripada Jabatan Tenaga Kerja selaras dengan Seksyen 60K Akta Kerja 1955.

Dokumen terakhir itu berbeda sifatnya, karena ia bukan dokumen Anda melainkan dokumen pemberi kerja. Bila versi tersebut yang dipakai petugas, pemberi kerja yang tidak memegang kelulusan itu tidak dapat mempekerjakan Anda, berapa pun jam yang ditawarkan. Itu pertanyaan yang pantas diajukan sebelum Anda menerima tawaran, bukan sesudahnya.

Konsekuensi melanggar, dan apa yang tidak dapat ditutup oleh tanggungan

Imigresen menyatakan kelulusan permohonan tunduk pada semakan dokumen dan pertimbangan Jabatan Imigresen Malaysia. Jadi izin ini tidak otomatis, bahkan ketika seluruh syarat terpenuhi. Kedua versi juga menyatakan bahwa pelanggaran syarat berakibat pada pembatalan Student Pass; versi Inggris menuliskannya sebagai akibat yang akan terjadi, versi Malaysia sebagai hak Jabatan untuk membatalkan. Dibaca bagaimanapun, risikonya adalah kehilangan izin tinggal Anda, bukan sekadar kehilangan pekerjaan.

Satu asumsi lain yang kerap masuk ke anggaran keluarga juga tidak berdiri. Imigresen menyatakan tanggungan pemegang Student Pass tidak diizinkan bekerja, berniaga, menyampaikan pidato politik atau ceramah, atau terlibat kegiatan politik. Dan hanya pemegang Student Pass jenjang Master atau PhD yang diizinkan membawa tanggungan tinggal di Malaysia. Pasangan yang ikut karena itu bukan sumber penghasilan kedua.

Cara memperlakukan angka ini dalam anggaran

Perlakukan 20 jam sebagai batas atas, bukan sebagai perkiraan. Ia batas hukum atas apa yang boleh, dan sama sekali tidak menjanjikan bahwa pekerjaan itu tersedia, bahwa pemberi kerja yang disetujui ada di dekat kampus Anda, atau bahwa izinnya keluar. Anggaran yang sehat menempatkan penghasilan ini sebagai kemungkinan tambahan, bukan sebagai salah satu pilar pembiayaan.

Sebelum Anda mengandalkannya, mintalah dua hal secara tertulis: konfirmasi dari institusi Anda tentang kategori institusi itu pada daftar Imigresen, dan konfirmasi tentang periode mana yang berlaku bagi Anda, mengingat kedua versi halaman resmi menuliskannya berbeda. Vista Education Corp telah mendampingi siswa Indonesia untuk studi ke luar negeri sejak 1998.

Sumber resmi

Fakta yang dapat berubah ditinjau pada 14 Oktober 2026. Selalu periksa kembali ketentuan terbaru sebelum mengajukan aplikasi.

  1. Student Pass (English) · Jabatan Imigresen Malaysia
  2. Pas Pelajar (Bahasa Malaysia) · Jabatan Imigresen Malaysia

Pertanyaan yang sering diajukan

Berapa jam mahasiswa internasional boleh bekerja di Malaysia?

Jabatan Imigresen Malaysia menetapkan batas 20 jam per minggu bagi pemegang Student Pass yang memperoleh izin bekerja sambilan, dan kedua versi bahasa halaman resminya menyebut angka yang sama. Batas itu berlaku bersama daftar tempat yang disetujui dan daftar larangan, bukan berdiri sendiri.

Apakah saya boleh bekerja sepanjang masa studi atau hanya saat libur?

Halaman resmi Imigresen menuliskannya berbeda dalam dua bahasanya. Versi bahasa Inggris menyebut izin berlaku selama masa studi; versi bahasa Malaysia menyebutnya berlaku semasa cuti semester dan cuti perayaan. Keduanya menyebut batas 20 jam dan lima tempat yang sama. Karena selisih ini menentukan perkiraan penghasilan Anda, mintalah konfirmasi tertulis dari institusi atau Imigresen sebelum menyusun anggaran yang mengandalkan kerja sepanjang tahun.

Di mana saja pemegang Student Pass boleh bekerja?

Imigresen menyebut lima jenis tempat yang disetujui: restoran, stasiun pengisian bahan bakar, mini market, hotel, dan area universitas atau kolese. Di samping itu mahasiswa dilarang menjalankan tugas front desk dan dilarang bertindak sebagai agen pengambilan atau perekrutan pelajar.

Apakah mahasiswa kursus bahasa di Malaysia boleh bekerja paruh waktu?

Tidak menurut halaman Imigresen. Kemudahan bekerja sambilan hanya diberikan kepada pemegang Student Pass dari Universiti Awam atau Institusi Pengajian Tinggi Swasta, dan secara eksplisit tidak diberikan kepada pemegang Student Pass Pusat Bahasa, Pusat Latihan atau Kemahiran, dan Pusat Bertauliah.

Apa yang terjadi bila saya bekerja tanpa izin atau melebihi batasnya?

Kedua versi halaman menyatakan konsekuensinya menyentuh Student Pass itu sendiri. Versi bahasa Inggris menyatakan mahasiswa yang melanggar akan kehilangan Student Pass-nya; versi bahasa Malaysia menyatakan Jabatan Imigresen Malaysia berhak membatalkannya. Risikonya karena itu bukan sekadar kehilangan pekerjaan, melainkan kehilangan dasar tinggal Anda di Malaysia.

Bisakah pasangan saya bekerja bila ikut tinggal di Malaysia?

Imigresen menyatakan tanggungan pemegang Student Pass tidak diizinkan bekerja, berniaga, menyampaikan pidato politik atau ceramah, atau terlibat dalam kegiatan politik. Halaman yang sama juga menyatakan hanya pemegang Student Pass jenjang Master atau PhD yang diizinkan membawa tanggungan tinggal di Malaysia.

Tentang penulis

Tim Editorial Vista Education

Artikel ditulis dan ditinjau oleh tim institusional Vista berdasarkan sumber resmi pemerintah, universitas, dan badan pengujian. Informasi yang dapat berubah diberi tanggal review dan tautan sumber.

Lihat standar editorial

Artikel ini bagian dari panduan lengkap kuliah di Malaysia.

Baca panduan Malaysia

Jadwalkan konsultasi untuk menyusun anggaran studi di Malaysia tanpa mengandalkan penghasilan yang belum pasti.

Tanya lewat WhatsApp