Gambar header Vista Education Top Left Gambar header Vista Education Top Right
Icon Whatsapp Vista Education

Apakah Saya Bisa Mengulang Saat Gagal Tes TOEFL?'

Apakah Saya Bisa Mengulang Saat Gagal Tes TOEFL?'

Teman-teman pasti sudah tahu kan apa itu TOEFL? TOEFL sendiri memiliki kepanjangan yaitu Test of English as a Foreign Language, yang artinya adalah test proficiency yang digunakan untuk menilai kemampuan bahasa Inggris seseorang.

Jika kamu lulus TOEFL, kamu akan mendapatkan sertifikat yang nantinya bisa digunakan untuk pendaftaran program non-degree, short course, sarjana, master, program beasiswa, dan kegiatan lainnya yang membutuhkan pembuktian kemampuan bahasa Inggris. Sertifikat TOEFL juga berfungsi untuk kamu yang ingin melamar pekerjaan.

Nah, TOEFL sendiri memiliki 4 jenis yang berbeda, yaitu CBT (Computer Based Test), iBT (Internet Based Test), PBT (Paper Based Test), dan ITP (Institutional Testing Program). Untuk sertifikat yang dikeluarkan oleh ETS (Educaional Testing Service), skor TOEFL minimum adalah:

  • TOEFL CBT: 214
  • TEOFL IBT: 80
  • TOEFL PBT: 500
  • TOEFL ITP: 500

Angka tersebut merupakan skor minimal TOEFL yang harus dilampaui jika kamu ingin mendapat sertifikat dan ingin mendaftar sesuatu. Mungkin kamu ingin mendaftar kuliah, maka setidaknya dapatkan skor 450 untuk TOEFL PBT atau IPT.


Apakah TOEFL bisa diulang jika gagal tes?

Tentu saja TOEFL bisa diulang jika kamu gagal tes atau tidak memenuhi skor minimal. Dalam keadaan tertentu seperti masa berlaku skor habis, kamu juga bisa mengulangnya lagi. Lagipula, TOEFL tidak terbatas oleh usia, pekerjaan, dan lain-lain, sehingga kamu bebas mengikuti TOEFL dan memperbarui skor mu. Namun, kamu perlu membayar ulang biaya administrasinya. 

Itu mengapa, tes TOEFL dianggap mahal. Kamu perlu benar-benar mempersiapkan diri sebelum menjalani tes. Salah satunya dengan mengikuti les TOEFL Preparation dulu. Kamu juga bisa mengikuti prediction test agar tidak kaget. 

Sebelum melakukan tes TOEFL ulang, perhitungkan pula waktu keluarnya hasil TOEFL, yang dimana biasanya dapat dicek setelah 10-14 hari setelah tes. Sedangkan untuk sertifikat baru bisa diterima setelah satu setengah bulan sampai dua bulan, lalu sertifikat akan dikirim ke alamat rumah.

Jadi, waktu yang tepat untuk tes TOEFL adalah saat kamu membutuhkannya, berniat melamar pekerjaan, siap mengerjakan tes TOEFL setelah belajar matang-matang, dan saat tes TOEFL diadakan di sekolah, kampus, atau institusi.

Perlu diketahui, bahwa tes TOEFL ITP biasa diselenggarakan setiap bulan di kampus atau lembaga bahasa. Tes TOEFL iBT biasa diselenggarakan sebanyak enam kali dalam setahun, yang juga berarti setiap dua bulan sekali.


Berapa lama skor TOEFL berlaku?

Kamu juga bisa mengulang TOEFL jika masa berlaku skor mu telah habis. Memangnya, sampai kapan masa berlaku skor TOEFL itu? Secara umum, masa berlakunya adalah 2 tahun. 2 tahun masa berlaku skor dihitung sejak tanggal pelaksanaan ujian, bukan tanggal penerimaan hasil atau terbitnya sertifikat.

Tak hanya TOEFL, TOEIC dan HSK juga memiliki masa berlaku skor yang sama lho. Kemudian, pada institusi tertentu memiliki ketentuannya sendiri tentang masa berlaku skor.

Alasan skor TOEFL hanya berlaku selama 2 tahun adalah situasi individu yang kemampuan bahasa Inggrisnya bisa menurun atau meningkat. Sehingga, dalam kurun waktu tersebut terdapat perubahan dalam dirimu atas penguasaan bahasa Inggris.


Jika kamu berniat mengikuti tes TOEFL, kamu bisa mendaftar TOEFL di Vista English. Lihat juga jadwalnya di sini. Masih banyak jadwal TOEFL yang akan diselenggarakan sampai akhir tahun 2021 nanti.