Most QnA Kuliah di Luar Negeri

Most QnA Kuliah di Luar Negeri

Ini lho yang sering dipertanyakan sebelum kuliah di luar negeri

Berani kuliah di luar negeri adalah suatu Langkah besar. Yap, keluar dari rumah, belajar mandiri dan hidup di tempat baru bukanlah perkara mudah. Kuliah di luar negeri juga diikuti banyak investasi. Waktu, tenaga dan dana yang perlu dibayar dengan prestasi suatu hari nanti. Itu mengapa, kuliah di luar negeri tak boleh asal-asalan. Kamu wajib penasaran. Kami perlu tahu banyak hal. Nah, berikut adalah kompilasi pertanyaan tentang kuliah di luar negeri dari berbagai sumber.  

Kuliah di luar negeri itu akan menghabiskan waktu berapa lama?

Setiap negara memiliki durasi studi yang berbeda-beda. Negara Amerika memiliki durasi studi S1 yang sama dengan Indonesia, yakni 4 tahun. Untuk negara Inggris, waktu yang diperlukan untuk studi S1 adalah 3 tahun. Sedangkan di negara Australia, mahasiswa perlu menempuh waktu studi S1 sekitar 4 tahun.

Negara-negara di Eropa lainnya memiliki durasi studi S1 selama 3 tahun. Bagaimana dengan negara-negara Asia? Rata-rata studi S1 bisa ditempuh selama 4 tahun, kecuali Singapura yang bisa ditempuh hanya dalam 3 sampai 3.5 tahun.

Apakah kuliah di luar negeri biaya mahal?

Kebutuhan dana untuk kuliah di luar negeri terbagi menjadi dua. Biaya Pendidikan dan biaya hidup. Setiap program, negara dan kota yang akan kamu pilih juga berpengaruh banyak. Terlebih dengan life-style. Contoh, biaya kuliah di Amerika sekitar membutuhkan antara $10.000 sampai $55.000 (USD) per tahun. Sedangkan Malaysia berkisar $10.000 hingga $20.000 untuk 3,5 hingga 4 tahun studi. 

Apakah kuliah di luar negeri harus pintar bahasa Inggris?

Iya. Tentu saja. Bahasa Inggris menjadi Bahasa pengantar yang digunakan saat proses belajar mengajar. Bahkan di universitas internasional yang tidak berbahasa ibu Bahasa Inggris sekalipun. XLJTU China contohnya. Itu mengapa, memiliki sertifikat seperti TOEFL/IELTS menjadi salah satu syarat masuk. Apakah harus yang lancar banget seperti bule? Tidak juga. Bahkan, institusi di USA menyiapkan Lembaga Bahasa sendiri untuk mahasiswa internasional yang belum terlalu percaya diri. 

Apakah nilai rapor berpengaruh besar saat ingin kuliah di luar negeri?

Beberapa universitas memang mematok standart nilai masuk untuk mahasiswanya. Bagaimana jika kita tidak memenuhi syarat tersebut? Tenang.. Kami biasa mengenalnya dengan program pathway. Sebuah program yang menjembatani celah kualifikasi yang mereka miliki dan persyaratan masuk sebuah kampus. Kamu akan menjalani 2 tahun pertama dengan program pathway ini, lalu lanjut transfer ke tahun ketiga.

Baca : 5 Keuntungan Program Pathway untuk Kuliah Ke Luar Negeri

Lalu, apakah kuliah di luar negeri harus berprestasi juga? Gak juga kok! Pengalaman organisasi seperti OSIS atau kepanitiaan bisa menjadi data pendukung. 

Apa untungnya kuliah di luar negeri?

Banyak banget !. Pengalaman hidup baru, belajar di tempat terbaik, teman dari berbagai negara, koneksi, kesempatan magang dan kerja di perusahaan internasional. Belum ditambah dengan percaya diri, open-minded, global mindset, mandiri dan CV yang outstanding. 

Apakah bisa kerja part-time saat kuliah di luar negeri?

Tergantung pada kebijakan negara. Namun, banyak negara yang memberi izin kok. USA, Canada dan Australia memberi waktu 20jam/minggu mahasiswa untuk kerja paruh waktu. Rata-rata, kamu dianjurkan untuk kerja part-time di area kampus seperti perpustakaan di tahun pertama. Jika sudah paham betul dengan lingkungan sekitar, kamu boleh mencari kerja di tempat lain. 

Apa syarat kuliah di luar negeri?

Persyaratan kuliah di luar negeri itu seperti apa sih? Umumnya, kamu harus menyiapkan surat motivasi yang menunjukkan kemampuan dan keterampilanmu dalam bidang yang kamu tuju, surat rekomendasi, tes bahasa Inggris (TOEFL, IELTS), dan menerjemahkan semua dokumen ke dalam bahasa Inggris.

Setelah itu, kamu dapat mendaftar ujian, mengikuti wawancara. Jika lolos, kamu harus menyiapkan visa pelajar dan tentunya biaya kuliah dan hidup di luar negeri.

Bagaimana cara kuliah di luar negeri?

Kamu bisa menggunakan jasa konsultan Pendidikan seperti Vista Education. Lembaga konsultan biasanya juga tidak memungut biaya. Konsultan Pendidikan akan membantu dari proses pemilihan jurusan, universitas, pendaftaran, admission bahkan pencarian akomodasi. Mengapa meminta bantuan konsultan seperti Vista Education lebih aman? Karena kamu akan dibimbing oleh para ahli. Mereka memiliki informasi terbaru dan sudah berpengalaman. Mereka juga bisa menghubungkanmu ke perwakilan universitas untuk Indonesia. Kami menyebutnya representative. 

Kami tidak menjamin prosesnya akan lancar 100%. Namun, kami berani untuk siaga membantu sampai hari H keberangkatan.