Gambar header Vista Education Top Left Gambar header Vista Education Top Right
Icon Whatsapp Vista Education

Cara Memilih Asuransi Kesehatan Saat Kuliah di Luar Negeri

Cara Memilih Asuransi Kesehatan Saat Kuliah di Luar Negeri

Ketika kamu ingin kuliah di luar negeri, kamu akan membutuhkan asuransi kesehatan lho! Lalu, bagaimana cara memilih asuransi kesehatannya?

Apakah kamu punya kekhawatiran sebelum kuliah di luar negeri? Tentu banyak, seperti masalah adaptasi lingkungan, penguasaan bahasa, hingga kesehatan. Jangan khawatir, Vista Education sebagai konsultan pendidikan selalu siap membantu. Informasi kali ini tentang asuransi kesehatan saat kuliah di luar negeri.

Sebagai mahasiswa internasional yang jauh dari orang tua, kamu perlu mendapatkan perlindungan untuk kejadian yang tidak terduga. Maka dari itu, kamu memerlukan asuransi kesehatan. Memangnya, sepenting apa asuransi kesehatan bagi mahasiswa internasional dan bagaimana cara memilih asuransi kesehatan?


Pentingnya asuransi kesehatan bagi mahasiswa

Asuransi kesehatan penting bagi mahasiswa apalagi yang ingin kuliah di luar negeri. Mahasiswa perlu mendapat perlindungan secara finansial terhadap pengeluaran tak terencana, khususnya dalam hal kesehatan. Asuransi kesehatan ini berfungsi membayar biaya dokter, rumah sakit, dan pengobatan untuk mahasiswa yang menempuh pendidikan di luar negeri.


Cara memilih asuransi kesehatan untuk kuliah di luar negeri

1. Menyesuaikan polis asuransi dengan persyaratan universitas dan pengurusan visa

Karena penggunaan asuransi kesehatan ini untuk kamu yang akan kuliah di luar negeri, maka kamu harus menyesuaikan polis asuransi dengan persyaratan universitas dan pengurusan visa. Yap,  kriteria asuransi kesehatan yang dipilih harus memenuhi syarat pengurusan visa.

Daftar kriteria asuransi kesehatan ini akan diberikan jika kamu memang memutuskan untuk memilih asuransi sendiri. Pilih penyedia asuransi yang menyediakan semua dokumen yang diminta pihak universitas dan badan yang memproses visa. Pastikan kamu dapat memenuhi permintaan dokumen tersebut sesuai tenggat waktu.

2. Periksa syarat dan kebijakan polis asuransi yang kamu pilih

Kenali dan pahami kebijakan atau peraturan yang dimiliki pihak asuransi. Salah satu yang terpenting adalah adanya kebijakan terkait pembatalan asuransi. Jika kamu dapat mengetahuinya, kamu bisa menyesuaikan dengan syarat yang dapat kamu penuhi atau tidak terhadap perihal tentang berhenti membayar premi ataupun pengembalian dana.

3. Baca dengan teliti benefit yang kamu dapatkan

Kebutuhan setiap orang berbeda-beda. Kamu harus dapat menentukan kebutuhanmu supaya dapat mengambil polis asuransi dengan benefit yang sesuai. Benefit yang mungkin akan banyak digunakan adalah konsultasi dokter. Selain itu untuk berjaga-jaga, kamu mungkin akan membutuhkan manfaat rawat inap dan penebusan obat.

4. Ketahui pasti biaya yang harus ditanggung

Cocokkan polis asuransi dengan kebutuhanmu. Begitu juga dengan biaya kuliah secara keseluruhan. Umumnya, kamu akan membayar biaya premi asuransi bulanan. Namun, ada kemungkinan kamu juga membutuhkan biaya untuk mengurus klaim asuransi. Sehingga perhatikan pula polis asuransi mana yang akan kamu ambil; apakah polis asuransi (copay) atau deductible.

5. Menyesuaikan polis asuransi terhadap durasi kuliah

Tentukan durasi program studi untuk bisa mengetahui ingin ambil polis asuransi yang mana. Dengan menyesuaikan polis asuransi terhadap durasi kuliah juga bisa mengukur biaya yang harus kamu keluarkan untuk asuransi kesehatan tersebut.


Kebijakan negara tertentu terhadap asuransi kesehatan

1. UK

Setiap negara memiliki kebijakan masing-masing mengenai asuransi kesehatan ini. Seperti UK, kamu dapat mendaftarkan perawatan kesehatan terbaik di NHS (National Health Services) Inggris. Kamu dapat membayarkan biaya asuransi bersamaan dengan pembayaran visa. Kemudian, daftarkan diri ke dokter umum setiba di UK.

2. Australia

Di Australia, ada jenis asuransi kesehatan yang harus kamu ketahui sebagai pelajar internasional, yaitu OSHC (Overseas Student Health Cover). Asuransi OSHC ini dapat dibayarkan bersamaan dengan pengurusan visa.

3. Amerika Serikat

Beda lagi dengan Amerika Serikat yang membayarkan biaya asuransinya setiap 3 bulan sebesar USD 350,40 atau IDR 4,9 juta. Namun, biaya ini akan otomatis dimasukkan dalam biaya kuliah dan lain-lain, sehingga tidak perlu kamu bayarkan secara terpisah.

4. Kanada

Begitu pula dengan Kanada yang memiliki kebijakan sendiri terhadap asuransi kesehatan. Setiap pelajar internasional wajib memiliki asuransi kesehatan dan otomatis terdaftar asuransi pertama begitu tiba di Kanada untuk menempuh semester pertama pendidikan mereka yang disebut juga Guard Me. Sistem tersebut berlangsung selama 3 bulan.

Jika kamu menempuh pendidikan di Kanada lebih dari enam bulan, maka kamu harus memiliki pertanggungan medis yang dikeluarkan oleh pemerintah British Columbia yang disebut MSP. Biaya yang diperlukan untuk MSP adalah sebesar USD 75 atau IDR 1 juta.

5. Malaysia

Di sisi lain, Malaysia yang merupakan negara tetangga kita mewajibkan semua siswa internasional untuk memiliki asuransi kesehatan yang dibeli secara lokal. Kamu dapat memilih satu di antara beberapa pilihan asuransi kesehatan, yaitu Etiqa Family Takaful Berhad (EFTB), Takaful Berhad Timur Besar (GETB), dan The Pacific Insurance Berhad (TPIB).

6. Singapura

Kemudian untuk negara Singapura, biasanya setiap institusi memiliki skema grup asuransi kesehatan sendiri bagi seluruh mahasiswanya. Batas pertanggungan uang kesehatan per mahasiswa sebesar SGD 30.000 atau IDR 315 juta.


Memilih asuransi kesehatan ini harus benar-benar diperhatikan. Mahasiswa perlu mendapat kepastian manfaat untuknya, pemahaman kebijakan asuransi yang mendalam, dan tentunya mendapat rincian biaya yang dipertanggungjawabkan.

Jangan khawatir, masalah asuransi kesehatan juga bisa dibantu oleh Vista Education. Kamu hanya perlu menghubungi kami dan mulai berdiskusi. Duduk manis saja, proses kuliah ke luar negeri dijamin lebih mudah bersama kami.