Waspadai Mental Helath Langganan Mahasiswa Ini

Hampir semua mahasiswa mengalami ini, ayo kenali dulu agar lebih mawas diri

Transisi antara menjadi seorang siswa ke mahasiswa terbilang cukup menantang. Terlebih jika kamu memutuskan untuk kuliah di luar negeri. Ada proses adaptasi, culture shock dan home sick yang harus kamu lalui. Belum lagi tuntutan akademik dan sosial yang bisa membuatmu lebih tertekan. Jadi, apakah kita tidak boleh bersedih? Boleh dong~ Namun bukan berarti menyerah ya. Ayo kenali  beberapa mental health berikut untuk lebih waspada dan sigap  mengatasi:

Depresi

Depresi adalah gangguan suasana hati yang ditandai dengan perasaan sedih yang mendalam dan rasa tidak peduli. Seseorang dinyatakan mengalami depresi jika sudah 2 minggu merasa sedih, putus harapan, atau tidak berharga. Untuk mencegah depresi kamu sebaiknya selalu membicarakan berbagai masalah pribadi maupun kuliah dengan orang tua atau sahabat yang kita percaya. Jangan merasa sendirian. Kamu bisa bertukar pikiran tentang apapun yang mengganggumu. Jika kamu adalah tipe orang yang susah curhat ke orang lain, tak ada salahnya menulis. Ada banyak platform yang bisa kamu gunakan untuk melapangkan dada. Kamu bisa pilih quora, medium atau bahkan blog pribadi. Jika belum juga membaik, jangan ragu untuk meminta bantuan para ahli.


Gangguan Kecemasan


Gangguan kesehatan mental berupa perasaan khawatir, cemas, atau takut yang cukup kuat untuk mengganggu aktivitas. Gejalanya berupa stres yang tidak sesuai dengan dampak peristiwa, ketidakmampuan untuk menepis kekhawatiran, dan merasa gelisah. Nah, untuk menghilangkan kecemasan berlebihan, beberapa hal dapat kamu lakukan, seperti menceritakan masalah dengan orang terdekat, melakukan hal yang kamu suka, mencoba hal-hal baru, makan makanan sehat, tidur cukup dan rutin berolahraga. Jangan lupa untuk selalu berpikir positif, ya!


Gangguan Makan


Gangguan ini biasanya muncul karena stres yang meningkat karena tugas kuliah yang menumpuk. Bisa juga karena tinggal jauh dari orang tua. Beberapa jenis penyakit gangguan makan diantaranya bulimia, anoreksia, dan binge eating (makan tak terkendali). Kamu dapat meminta bantuan teman-teman terdekat untuk mengingatkanmu saat pola makanmu mulai tidak normal. Seperti makan banyak tapi memuntahkannya kembali atau makan terlalu banyak hingga tidak terkendali.


ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder)


ADHD ditandai dengan perilaku impulsif, hiperaktif, dan sulit untuk fokus. Salah satu faktor penyebab ADHD adalah stressor psikososial dalam keluarga dan lingkungan. Tuntutan dan tekanan yang meningkat saat kuliah membuat gejala ADHD akan semakin sulit dikendalikan. Dampaknya, kamu akan mengalami gangguan belajar. Dikutip dari Alodokter, mereka yang memiliki ADHD cenderung merasa rendah diri dan sulit berteman.

Gangguan mental di atas akan berpengaruh besar kalau tidak segera kamu atasi. Selalu berpikir positif dan temukan teman-teman yang baik untuk berbagi masalah saat kamu butuhkan. Khusus untuk kuliah di luar negeri, kamu bisa melibatkan konsultan pendidikan dalam setiap prosesnya. Konsultan akan membantumu memilih jurusan dan universitas yang sesuai. Baik itu dari segi kepribadian, dana dan faktor-faktor berpengaruh lain. Hal ini akan membantumu meminimalisir kemungkinan munculnya masalah dan stress saat belajar nanti.