Stop Bullying (How and Why)
Gambar header Vista Education Top Left Gambar header Vista Education Top Right
Icon Whatsapp Vista Education

Stop Bullying (How and Why)

Stop Bullying (How and Why)

Akhir akhir ini Indonesia banyak dirisaukan oleh kasus anak-anak sekolah dasar yang mengalami bullying. Dengan kasus ini, masyarakat juga mulai terbuka bahwa bullying bukan hanya terjadi pada orang dewasa. Bahkan anak kecil pun juga bukan hanya lagi sekedar "berantem", berebut mainan atau jajan. Ada hal baru yang membuat orang tua lebih waspada, yaitu bullying. 

Bagaimana menghentikan aksi bullying atau mengukur dampak psicologist bagi korbanya adalah pertanyaan yang cukup rumit. Tidak ada patokan khusus tips maupun obat untuk menangani  kasus bullying. Karena pada dasarnya besar kecilnya dampak bullying tergantung pada mentalitas korban. Tapi di bawah ini ada beberapa pandangan dari para ahli untuk menghentikan bullying.

Apa yang bisa sekolah lakukan?

Bullying yang terjadi di sekolah di sebabkan oleh beberapa hal. Diantaranya adalah lemahnya pengawasan dari guru yang dianggap sebagai orang tua ke dua. Padahal, sekolah memang menjadi area yang rawan. Mengapa? Sekolah adalah tempat berkumpulnya siswa dari berbagai latar belakang dan kepribadian. Belum lagi aksi senior yang merasa menjadi penguasa. Dari segi oknum sang senior, bullying dianggap wajar karena mereka merasa lebih lama tinggal di sekolah. Jauh lebih mengenal area sekolah dan juga guru. Bisa jadi mereka juga pernah mendapatkan tindakan yang sama sebelumnya. Pada intinya, bullying yang terjadi melalui sebuah system dan hukum tidak tertulis di sekolah. Maka tidak ada cara lain selain memutuskan system tersebut. Langkah pertama yang bisa diambil oleh pihak sekolah adalah pada saat pelaksanaan masa orientasi. Sekolah wajib memperketat aturan dan membuat konsep acara yang lebih rasional. Pun jika siswa diharuskan membawa berbagai pernak pernik tertentu, pihak sekolah wajib melaporkan latar belakang serta tujuannya. Dengan transparansi tersebut, orang  tua tidak akan salah paham dan dapat membantu sekolah menanamkan nilai-nilai yang ditargetkan di rumah.

Apa yang bisa kita lakukan?

Perlakukan orang lain sebaik Anda memperlakukan diri sendiri. Tanpa disadari bullying berawal dari apa yang kita katakan. Entah itu membuat orang lain sakit hati yang berakhir pada saling ejek. Atau memendam amarah sehingga menimbulkan rasa benci.  Oleh karena itu, lebih baik untuk untuk berfikir dulu sebelum mengomentari suatu hal. Lebih baik untuk menjaga lisan kita sendiri sebelum itu menyakiti orang lain.

Bagaimana jika kita dalam posisi terbully?

 

Tidak ada satu orangpun yang berharap ini akan terjadi, tapi jika memang kita mengalami hal tersebut, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan :

  1. Berbicaralah dengan pelan dan jelas pada orang tersebut agar segera menghentikan tindakanya.
  2. Apabila berbicara pada mereka terasa tidak aman, kita bisa pergi menjauh dan kemudian berbicara dengan orang yang lebih dewasa. Bisa jadi, mereka mempunyai solusi untuk masalah kita.
  3. Berbicaralah dengan orang-orang yang bisa dipercaya. Sebisa mungkin untuk tidak memendam perasaan tersebut. Dengan bercerita pada orang lain, setidaknya kita akan merasa lega dan mempunyai semangat baru. Kunci utama untuk melawan bukanlah fisik tetapi rasa percaya diri.

 

Bagaimana jika kita melihat aksi bullying terjadi?

Jika tanpa disengaja kita melihat aksi bullying terjadi, beberapa hal dibawah ini mungkin bisa saja kita lakukan :

  1. Beri dukungan mental dengan menemaninya. FYI, mereka yang terbully merasa sangat depresi karena mereka merasa tidak punya teman. Dengan sekedar makan bersama mereka saat makan siang, akan memberikan semangat psicologis yang sangat besar.
  2. Berbicaralah pada pihak lain yang lebih berwenang. Contoh terdekat adalah pihak sekolah. Jangan khawatir untuk dianggap pengadu, toh pihak sekolah akan merahasiakan identitas informan.

 

Konsultasi Gratis
Isi form untuk memulai konsultasi gratis !